Narsis bareng Pak Supir

Padang Pasir, Bromo 15 Maret 2014.

Wonderful Golden Sunrise

Bromo, 15 Maret 2014

Background: Mahameru

Bromo, 15 Maret 2014.

Kata siapa anak Sipil gak bisa imut?

Padang Pasir, Bromo 15 Maret 2014

Salah pantai tujuan.

Foto ini diambil menjelang tahun baru di pantai Ngranggehan tetapi tujuan sebenarnya adalah pantai Ngobaran, Yogyakarta, 30 Desember 2013.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Pandang Pertama

Siang dalam balut peluh di tubuh, aku rasakan di lingkup Jogja.
Diriku menatap tak lupa 
kilau paras dalam jumpa , pada gadis yang berdiri dihadapan. 

Sejengkal langkah adalah keberhasilan. 
Menuai maksud hati menjabat perkenalan. 

Tenanglah angin, jangan hembuskan dulu, hatiku dalam kuasa ragu. 
Tenanglah angin, jangan kau goyah, satu jengkal, aku dalam langkah. 

Aku sapa dengan senyum, hangat tanpa sambutmu yang kecut. 

Hatiku tersentuh bahagia merebut ragu. 
Diriku dalam pikat indah sambutmu.

Aku larut dalam harap perkenalan. 
Di dalam rela, aku ketuk pintu persetujuan.





                                                                                                      Yogyakarta, 31 Agustus 2014
                                                                                                        
                                              


Senin, 11 Agustus 2014

UNISYS.UII.AC.ID

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Tukang Becak dari Madura

Saat itu kami sedang liburan ke Surabaya. Ketika rencana mau ke Jembatan Suramadu, sempet nyasar gak jelas di kota itu, alat GPS 3 dari yang katanya Smartphone tak cukup membantu, mungkin karena saat itu masih pagi, semua masih agak-agak ngantuk jadi gak konsen ngliatnya. Kami memang pagi karena demi mengejar Sunrise di Jembatan Suramadu.

                                                                      ****
Pada sebuah lampu merah ada kejadian yang menggelikan. LED saat itu masih menyala merah pada detik 34, karena kami ngrokok semua sudah pasti kaca mobil di buka. Enak-enak ngrokok, kami dikejutkan suara supir mobil sebelah kiri kami, "Tukang becak goblong!", bentaknya.
Dari itu kami tahu bahwa ternyata ada tukang becak yang nylonong saja tanpa mengindahkan rambu.
Yang membuat geli kami adalah jawaban tukang becak itu, dengan spontan logat khas Maduranya dia menjawab,"Kalau ndak goblok ndak jadi tukang becak saya".
Hahahaha, begitulah ceritanya. Joke itu sampai sekarang jadi tren saat kami bergaul bahkan sudah nyebar di kampus kami.

Minggu, 10 Agustus 2014

Parodi Rokok

Masih tentang rokok ini gaes, aku cuma mau share parodi-parodi tentang rokok.. heuheuheuheu

Bu Surtiadalah istri dari Pak Gogon, suatu hari Pak Gogon sedang bermain burung sambil rokokan di teras rumah.

Mbak Surti: "Mbok jangan ngrokok terus to, Pak. Rokok itu membunuhmu pelan-pelan"
Pak Gogon:  "Lha terus masalahmu opo? aku juga gak mau mati buru-buru kok"


                                                            ****
Nglinting/membuat rokok adalah kesenangan Amak Alaudin, Ajid Aziz Al-Abbassy, Donto Decoration, Ahmad Faqih dan lainnya. hehhe
di pon pes Riyadlul Ulum purwokerto nglinting adalah rutinan Habis Makan...
Sewaktu ada mbako, papir.. para santri setelah selesai makan ramai ramai “Nglinting”
Ada seorang santri yang puny aide jail… ia membuat rokok dengan “Lintingan” SUPER Besar…
Seperti “Pentungan maling”
Setelah lintingannya jadi.. ia mengambil lima batang korek api dan mematahkan, lalu bagian kepala korek dimasukan ke dalam Lintingan “SUPER” itu..
Stelah jadi… santri itu berbisik….. “ hahahahah… sopo seng keno ki… hahaha Kapok mengko”..
Ia mencari MANGSA untuk menyukseskan misinya..
Sebelumnya “Mbako, papir, dan alat lintingan di simpan”…
Rokok “SUPER ” itu diletakan di atas lemari kamar.. ia duduk du depan puntu kamar.. seolah olah tidak sedang mengintai apa apa..
Ketika ada seorang santri yang ingin “UDUD DULU”.. ia mencari cari Mbako dan lainnya..
Ia bertanta pada santri yang duduk sila santai sambil “kepas kepus” di depan pintu kamar yang memang sedang menjebak.
Ia bertanya padanya..
“kang… mbako, papir si pada nang ndi…”
“Mboh..” jawabnya,..
“Pengen udud pa…” Tanya santri yang sedang menjebak..
“Iya koh..”
Kui neng nduwur lemari ono lintingan.. di udud wae…
Dengan senang hati santri itu berkata “OKEH…” wah Lintingan Super Ki.. sapa sing Nglinting kang…
Lah ndang di udud wae” saut santri yang sedang menyelesaikan misinya..
Ketika santri itu menyalakan “lintingannya” ia pun menikmati “LINTINGAN SUPER” itu..
Pash.. push.. pas ber……….. “Nikmatnya dunia ini…
Setelah 3 kali menghisap.. dan ia menghisap lagi.. alangkah KAGETnya ketika rokok itu
“Jrosss… crosss.. jrossss… Jroshhhs….?)^^””’^&^&$@#@#.......”
Kepala korek yang terpasang menyala…
Santri yang merokok itu langsung membuang rokok di dalam kamar…. Seraya berkata
“KURANG AJAR….. SUUL ADZAB…… KUUUUUURRRANG AAAAAJJARR………. “
Dengan perlahan santri yang “Ngerjani” berjalan membungkuk ke kamar lain..
Ia tertawa tawa sambil menggigit Bantal……


                                                                          ****
Suatu hari Pak Gogon sedang nonton TV dengan anaknya, Templo.

Pak Gogon: Aku heran dengan tv ku.
Templo      : Memang nopo to, Pak?
Pak Gogon: Kalo iklan sampo keliatan rambutnya,
                    iklan pasta gigi keliatan giginya.
                    iklan deodorant keliatan keteknya, tapi…
                    Kalo iklan Pembalut dan Iklan rokok kok gak keliatan apa- apanya?
                    Apa TV ku rusak?
                    Aku betulin TV di orang yang salah kalee ya…?
Templo      : ( batinnya sambil menahan geli )  Jiaaannncokkk, goblok tenan bapakku iki.












Sok Anti Rokok

Sok anti rokok. Ya, itulah orang yang paling malesin menurutku. Maaf ini yang tersinggung ya, menurutku orang yang sok anti rokok adalah orang yang pandanganya sempit sekali, mereka hanya memandang dari segi baik-buruknya saja. Mereka beranggapan bahwa rokok itu tidak sehat, ini apa coba?. Menurtku sehat tidak sehat bukan terletak  pada rokoknya tetapi bagaimana cara kita memerlakukanya, cara mengonsumsinya bukan? Jangan berlebihan, toh semua yang berlebihan kan kagak baik. jangankan rokok, mimum air saja sekali satu galon kan nggak bagus tuh. Coba orang yang sok anti rokok itu berpandangan lebih luas lagi, bagaimana perokok salah satu penyumbang pendapatan negara terbesar, darisana negara membangun jalan raya, membiayai guru, polisi, tentara , untuk subsidi BBM, pendidikan dan macem-macem lagi.
Apa orang yang sok anti rokok itu juga tidak berpikir, dari rokok, petani tembakau bisa makan, disana ada pengepul, ada karyawan-karyawanya ada supir-supir yang mengangkut tembakau itu.
Dokter juga, sok nglarang orang rokoklah, lah kan kalo ada orang sakit karena rokok kan bisa nambah penghasilan kan, Dok?
Tapi aku yakin semua alasan orang yang berkampanye anti rokok bukanlah demikian, mereka adalah orang yang sayang antar sesama dimana sebaiknya kita tidak usah merokok, lebih sehat. Dan aku yakin, dokter-dokter juga ngelarang karena mereka peduli, itu karena abdi mereka kepada masyarakat mereka sayang kepada masyarakat, sesayang aku dengan anak kedokteran yang juga sepupunya temenku kayaknya ya. Heuheuheuheu....

Nasionalisme vs Primoldialisme


Ada baru-baru ini yang mengatakan kalau dalam pergaulan bersama, tinggalkanlah sifat kedaerahanmu karena itu tidak menunjukkan ke-Indonesia-an, kurang nasionalisme, terlalu primoldial katanya. Menurutku ini agak aneh, bukanya Indonesia ada karena sifat-sifat kedaerahan itu? Mungkin ini agak rumit memang, tapi adakah diantara semua suku di Indonesia yang mempunyai kesamaan ciri khas budaya yang sama? Apakah semua suku di Indonesia bahasanya sama? Apakah semua daerah di Indonesia cara berpakaianya sama? Adat istiadat pernikahanya sama?
Indonesia dibentuk karena perbedaan-perbedaan tersebut, hilang satu hilanglah satu ciri khas ke-Indonesia-an kita.

Kita tidak boleh membanggakan nasionalisme kita tanpa cinta daerah masing-masing dari kita, dan juga tidak boleh primoldialis tanpa tujuan membentuk Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.
Indonesia dibentuk atas Jawa, Sunda, Bugis, Batak, Papua dll. Semua itu adalah 'desa' kita masing-masing, desa yang membentuk satu tujuan bersama Indonesia Raya.

Mungkin agar setiap kita tidak memersalahkan primoldialisme. bagaimana kalau kita menyebut masing-masing kita Indonesia+Daerah-daerah. maksudnya begini, misalnya anda orang Sunda, maka jangan anda sebut bahwa anda ini Sunda saja, masih primoldial, sebutlah bahwa anda ini Indonesia Sunda. Artinya, bahwa anda orang Indonesia bagian Sunda, orang yang tujuanya adalah Indonesia tetapi dari Sunda. Secara pribadiku, dari sana dapat dilihat bagaimana kita cinta Indonesia tetapi tetap cinta tanpa meninggalkan kedaerahan kita.

Salam Indonesia Raya

Sama-Sama Ngantuk

Ketika itu ada pesantrenisasi di kampusku, tepatnya akhir semester 1 kalau gak salah ingat.
Pesantrenisasi kala itu selama 3 hari menginap di rusunawa.
Begini,
Malam itu adalah malam terakhir dalam rangkaian acara, seperti malam-malam sebelumnya, semua peserta wajib mengikuti sholat Tahajjud jam 3 pagi. Dasar anak kost, aku dan teman yang lain males banget bangun sepagi itu, apalagi malamnya kami habis turnamen PES, karena ada yang bawa laptop ke rusunawa, nekad, Barnas namanya.
Kami tidur jam setengah 3, baru saja setengah jam panitia gedor-gedor pintu, ada yang pakai Megaphone lagi, parah banget panitianya saat itu.
Akhirnya, dengan rasa ngantuk luar biasa, kami turun menuju tempat sholat sambil malas-malasan. Kantuk lumayan hilang setelah ambil wudhu, yah karena dingin airnya di Kaliurang.
 Sholat dimulai. Aku berada shaf nomor dua dari depan, persis depanku adalah Nugroho biasa dipanggil Ook, sampingnya dia ada Ikbal, kulihat khusyuk bener dua orang ini. Tak lama, kejadian memalukan terjadi ketika mau rukuk baru di rakaat pertama, karena ngantuk menyerang lagi kayaknya, secara gak sadar bukanya rukuk Ook malah langsung sujud sendirian, hahahaha. Jelaslah semua yang dibelakangnya menahan geli, menahan tawa.
Selesai sholat, ada ceramah sudah pasti nggak ada yang dengerin, molor semua.

                                                                        ****

Pagi hari jam 7 kami pulang, jengkelnya nggak dikasih sarapan dulu sama panitia, Jiaanncuk tenan. Sebelum sampai kos masing-masing sepakat kami makan di lontong opor deket lampu merah samping gerbang kampus. Disela-sela menunggu pesanan datang, kami dan juga Ook yang kebetulan duduk disamping Ikbal ngomong sambil menatap wajahnya bahwa dirinya malu saat kejadian semalam, "Bajigur, aku isin tenan mau bengi diguyu bocah-bocah kok moro-moro langsung sujud padahal hurung rukuk ki pie,". Tertawalah kami semua di warung itu. Ikbal sambil makan krupuk dengan wajah bingung, malah nanya ke Ook, "Iyo po?".
Pecahlah warung itu seketika, ketawa gak habis-habisnya, sakit perut rasanya. Hahahaha. Ternyata sama-sama ngantuk.