Ketika itu ada pesantrenisasi di kampusku, tepatnya akhir semester 1 kalau gak salah ingat.
Pesantrenisasi kala itu selama 3 hari menginap di rusunawa.
Begini,
Malam itu adalah malam terakhir dalam rangkaian acara, seperti malam-malam sebelumnya, semua peserta wajib mengikuti sholat Tahajjud jam 3 pagi. Dasar anak kost, aku dan teman yang lain males banget bangun sepagi itu, apalagi malamnya kami habis turnamen PES, karena ada yang bawa laptop ke rusunawa, nekad, Barnas namanya.
Kami tidur jam setengah 3, baru saja setengah jam panitia gedor-gedor pintu, ada yang pakai Megaphone lagi, parah banget panitianya saat itu.
Akhirnya, dengan rasa ngantuk luar biasa, kami turun menuju tempat sholat sambil malas-malasan. Kantuk lumayan hilang setelah ambil wudhu, yah karena dingin airnya di Kaliurang.
Sholat dimulai. Aku berada shaf nomor dua dari depan, persis depanku adalah Nugroho biasa dipanggil Ook, sampingnya dia ada Ikbal, kulihat khusyuk bener dua orang ini. Tak lama, kejadian memalukan terjadi ketika mau rukuk baru di rakaat pertama, karena ngantuk menyerang lagi kayaknya, secara gak sadar bukanya rukuk Ook malah langsung sujud sendirian, hahahaha. Jelaslah semua yang dibelakangnya menahan geli, menahan tawa.
Selesai sholat, ada ceramah sudah pasti nggak ada yang dengerin, molor semua.
****
Pagi hari jam 7 kami pulang, jengkelnya nggak dikasih sarapan dulu sama panitia, Jiaanncuk tenan. Sebelum sampai kos masing-masing sepakat kami makan di lontong opor deket lampu merah samping gerbang kampus. Disela-sela menunggu pesanan datang, kami dan juga Ook yang kebetulan duduk disamping Ikbal ngomong sambil menatap wajahnya bahwa dirinya malu saat kejadian semalam, "Bajigur, aku isin tenan mau bengi diguyu bocah-bocah kok moro-moro langsung sujud padahal hurung rukuk ki pie,". Tertawalah kami semua di warung itu. Ikbal sambil makan krupuk dengan wajah bingung, malah nanya ke Ook, "Iyo po?".
Pecahlah warung itu seketika, ketawa gak habis-habisnya, sakit perut rasanya. Hahahaha. Ternyata sama-sama ngantuk.