Senin, 11 Agustus 2014

Tukang Becak dari Madura

Saat itu kami sedang liburan ke Surabaya. Ketika rencana mau ke Jembatan Suramadu, sempet nyasar gak jelas di kota itu, alat GPS 3 dari yang katanya Smartphone tak cukup membantu, mungkin karena saat itu masih pagi, semua masih agak-agak ngantuk jadi gak konsen ngliatnya. Kami memang pagi karena demi mengejar Sunrise di Jembatan Suramadu.

                                                                      ****
Pada sebuah lampu merah ada kejadian yang menggelikan. LED saat itu masih menyala merah pada detik 34, karena kami ngrokok semua sudah pasti kaca mobil di buka. Enak-enak ngrokok, kami dikejutkan suara supir mobil sebelah kiri kami, "Tukang becak goblong!", bentaknya.
Dari itu kami tahu bahwa ternyata ada tukang becak yang nylonong saja tanpa mengindahkan rambu.
Yang membuat geli kami adalah jawaban tukang becak itu, dengan spontan logat khas Maduranya dia menjawab,"Kalau ndak goblok ndak jadi tukang becak saya".
Hahahaha, begitulah ceritanya. Joke itu sampai sekarang jadi tren saat kami bergaul bahkan sudah nyebar di kampus kami.

0 Comments
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar